Daftar Blog Saya

Kamis, 29 September 2022

Adorasi 1 Menjadi Bulir-bulir Gandum

 



 Ronald Rolheiser OMI

 Ketika di dalam Misa dipaparkan kisah kurban Yesus  (dalam doa Syukur Agung, pusat liturgi), kita mengalami “kehadiran nyata” dari peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus, dan kita ikut serta di dalamnya. Bagaimana caranya? 

Kita ikut serta dalam kurban Yesus bagi kita itu ketika kita, seperti Dia, membiarkan diri kita diremukkan; ketika kita seperti Dia, bukan menjadi diri kita lagi. 

Ekaristi sebagai kurban mengundang kita menjadi seperti bulir-bulir gandum yang digunakan untuk membuat hosti, dan butir-butir buah anggur untuk membuat minuman anggur, dipreteli dan digiling sehingga kita menjadi bagian dari hosti komuni dan piala anggur.

Kadang-kadang  ketika membagikan komuni Santo Agustinus tidak berkata, “Tubuh Kristus,” melainkan “Terimalah dirimu.” 

Ia menyatakan sesuatu yang tepat. 

Yang dianggap terjadi dalam Ekaristi ialah bahwa kita semua, dengan mempersembahkan sebagai kurban segala sesuatu yang ada pada diri kita, seharusnya menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Lebih dari sekedar roti dan anggur, kita semua harus berubah dengan seluruh hakekat kita. Ekaristi sebagai kurban, meminta kita menjadi roti yang dipecah-pecahkan dan piala kerentanan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar