Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Pemimpin Visioner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemimpin Visioner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2022

PEMIMPIN VISIONER

 Pada tahun 1990-an ketika saya bekerja sebagai kosultan dan trainer manajemen, saya memberi pelatihan Sistem Manajemen VOSTA (Vision-Objective-Strategy-Tactics-Actions). Didalamnya terdapat suatu modul tentang kepemimpinan yang diperlukan. Modul itu berupa pointers. Saya membagikannya di sini  dalam bentuk suatu uraian pendek. Semoga berguna.



Organisasi, lembaga, perusahaan, perkumpulan dengan maksud agar efektif, mempunyai Visi. Bagaimana Visi disusun dibahas dalam sesi khusus Workshop. Setelah ada Visi yang menjadi fokus, pemimpin dan anggota organisasi, lembaga, perusahaan, perkumpulan, terikat dan berusaha untuk mewujudkan Visi itu menjadi kenyataan. Pemimpin terutama diharapkan "memimpin" usaha mewujudkan Visi. Pemimpin diharapkan sebagai pemimpin yang visioner.

Jika Visi adalah gambaran masa depan organisasi, lembaga, perusahaan, perkumpulan, maka pemimpin bertugas mengupayakan membuat lebih jelas "gambaran" umum itu menjadi kumpulan "gambaran-gambaran" agak detail, mozaik-mozaik yang dapat dilaksanakan (feasible atau operable). Ia seharusnya mampu "melukiskan" dalam pikiran dan kata-kata organisasi, lembaga, perusahaan, perkumpulan, pada akhirnya nanti seperti apa yang dikehendaki dipandang dari berbagai sudut. "Visiun" lalu dijabarkan dalam berbagai "imagery" yang workable. Ia mengkomunikasikan Visi seperti seorang Arsitek membuat gambar bangunan.



Pemimpin Visioner bukan sekedar penunjuk arah yang akan ditempuh di masa depan, tetapi sekaligus menyusun suatu peta jalan dan mengayun langkah di jalan tertentu sekarang menuju arah tujuan masa depan, 

Tidak semuanya bisa dilakukan sendiri oleh pemimpin. Seseorang justru dijadikan "pemimpin" dengan anggapan punya bekal dan dasar kepemimpinan, bisa menggerakkan orang lain bekerja bersama mengurai dan mengartikulasikan visi bersama. Tanggungjawabnya adalah "menggerakkan" dan "menghimpun kerja sama" untuk mengurai dan membahasakan Visi menjadi bagian-bagian (bidang hasil pokok) yang operable atau workable. Chief Executive Officer (CEO) menggerakkan dan bekerjasama dengan para eksekutif (EO) lainnya. General Manager (GM) menggerakkan dan bekerjasama dengan manager-manager, entah lini entah fungsional, lainnya. Ketua organisasi dengan ketua-ketua bidangnya. Masing-masing memberi kontribusi sesuai kedudukannya sendiri. Dihimpun, dikoordinasikan, diintegrasikan.

Pada bagian ini pemimpin visioner adalah pemimpin yang dalam rangka penjabaran dan mewujudkan visi dengan sadar mengupayakan dalam organisasinya people engagement yang lebih besar,  mengusahakan tim-tim yang lebih produktif, dan mengembangkan hasil-hasilnya (outcomes). 

Untuk itu makin diperlukan ketrampilan komunikasi kepemimpinan yang efektif. Disebut komunikasi kepemimpinan karena kontennya menyangkut jabaran visi ke masa depan, yang walaupun menyangkut kinerja kemarin, bukan sekedar obrolan pengalaman masa lalu. Pemimpin berdialog menyampaikan pandangan dasarnya yang sebenarnya adalah bagian yang akan ia ambil untuk dilaksanakan, menyatakan nilai-nilai utama yang ada dalam pandangan itu, agar dilengkapi, diperbaiki, dan disetujui tim yang pada dasarnya bagian untuk peran serta tim. Ketrampilan untuk merajut kontribusi-kontribusi peran serta sebagai mozaik-mozaik ke dalam keseluruhan yang terpadu dan imajinasi hubungan-hubungan satu sama lain sangat menentukan di sini. 

Hasil proses ini adalah rumusan Visi dan peta jalan menuju Visi. Dengan menerima pandangan-pandangan lain, bisa jadi tidak hanya didapat peta jalan tunggal, tetapi ada beberapa peta jalan, bahkan ada juga jalan-jalan alternatif menuju terwujudnya Visi.

Pemimpin selalu visioner selama ia terus mengkomunikasikan, mengingatkan Visi dan Peta Jalan bersama menuju Visi di dalam organisasinya. Namun pada titik tertentu ia harus berubah, tampil dalam tim kerja sebagai Pemimpin yang digerakkan Misi (Pemimpin Misioner) yang akan kita bahas dalam postingan berikutnya.



Dalam Injil, bisa kita lacak jejak Yesus sebagai pemimpin visioner yang selalu menyatakan VisiNya tentang Kerajaan Allah; dan keping-keping imagery bagaimana Kerajaan Allah itu, disampaikan dalam perumpamaan-perumpamaan.

(Bersambung)