Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label World Youth Day Lokal Keuskupan Tahunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Youth Day Lokal Keuskupan Tahunan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2022

MINGGU KRISTUS RAJA, HARI KAUM MUDA SEDUNIA



Dikasteri untuk Awam, Keluarga dan Hidup pada bulan Mei 2021 menerbitkan Pedoman Pastoral untuk Perayaan Hari Kaum Muda Sedunia di Gereja Lokal dan sebagai tanggapan pada visi Bapa Suci, untuk yang pertama kalinya umat katolik akan merayakan peringatan Hari Kaum Muda Sedunia setiap tahun pada Minggu Kristus Raja di bulan November 2021. 

Kendati implementasi lokal untuk Perayaan Global Kaum Muda ditetapkan pada Perayaan Wajib Kristus Raja menurut kalender liturgi namun boleh disesuaikan dengan norma dan kebiasaan setiap paroki, kampus dan komunitas. Kelonggaran penyesuaian itu sangat dianjurkan beberapa minggu sekitar Minggu Kristus Raja sebagai solidaritas dengan Gereja Semesta dan Bapa Suci.

Gereja Katolik global diajak merayakan Hari Kaum Muda Sedunia tahunan untuk mengingatkan bahwa setiap tahun ada kesempatan untuk merayakan dan mendampingi kaum muda.  Tetapi istilah "Hari Kaum Muda Sedunia" juga merupakan event internasional besar yang diselenggarakan setiap dua atau tiga tahun sekali sejak 1985 maka beberapa Gereja Lokal memberi nama yang berbeda pada "Perayaan Tahunan Kaum Muda Sedunia" yang dilaksanakan pada setiap Minggu Kristus Raja. 



Paus Fransiskus menyatakan bahwa Tuhan-lah fokus yang harus diikuti setiap anak muda dalam dokumen anjuran apostolik pasca sinode 2019,  Christus Vivit (Kristus Hidup): Dia adalah harapan kita dan memberikan kemudaan paling indah dari dunia ini. Apa pun yang disentuh oleh-Nya menjadi muda, menjadi baru, dipenuhi hidup.… Dia ada dalam dirimu, Dia bersamamu dan tidak akan pergi lagi. Sejauh mana engkau bisa pergi, di sampingmu ada Dia Yang Bangkit, yang memanggilmu dan menantimu untuk memulai kembali...  Dia akan selalu ada untuk memberimu kembali kekuatan dan harapan (CV 1-2). Karena sentralitas Kristus yang kekal dan selalu muda dalam hidup kita, dalam Gereja dan dalam masyarakat  (“Dia adalah kemudaan sejati dari dunia yang menjadi tua dan kemudaan semesta yang menunggu” CV 32), ditetapkanlah perayaan Kaum Muda tahunan pada Pesta Yesus Kristus Raja Semesta Alam . Paus Fransiskus mengutip St. Irenaeus mengingatkan siapa Yesus,  “orang muda di antara yang muda untuk menjadi teladan bagi yang muda dan menguduskan diri mereka kepada Tuhan.”(Adversus Haereses, II, 22, 4: PG 7, 784;  CV 22). Maka kita tidak dapat memisahkan fokus kita pada kaum muda dari fokus kita pada Kristus.  

Aslinya, penetapan perayaan kaum muda global dilakukan oleh St. Yohanes Paulus II pada 1985 mengingatkan para pemimpin Katolik bahwa: Semua orang muda harus merasakan bahwa mereka diperhatikan oleh Gereja. Maka Gereja seluruhnya di seluruh dunia bersama dengan Pengganti Rasul Petrus harus semakin dan bertambah dekat dengan kaum muda, dengan perhatian dan kecemasan mereka, dengan aspirasi dan harapan mereka agar dengan memenuhi harapan mereka diberikanlah kepastian yaitu Kristus, kebenaran yang adalah Kristus, dan kasih yang adalah Kristus (St. Yohanes Paulus II, Kepada Para Kardinal, Anggota Kuria, dan Prelate Roma, 20 Desember 1985). Walau tanggal dan hari perayaan universal ini berubah-ubah selama ini, penempatannya pada Minggu Kristus Raja baru-baru ini menjadi kesempatan kita “mengembangkan dan meningkatkan lebih lagi kemampuan kita untuk penerimaan yang ramah pada kaum muda” (CV 216) dan “menekankan momen-momen paling penting dalam tahun liturgi” (CV 224) agar mereka mengalami sukacita iman Katolik dengan cara yang mengikat.

Setiap tiga tahun, dilaksanakan perjumpaan internasional istimewa bagi seluruh kaum muda dari seluruh dunia yang diikuti oleh Bapa Suci yaitu "Hari Kaum Muda Sedunia". Agenda global ini dengan indah sekali melengkapi perayaan lokal yang menghimpun kamu muda agar berjumpa satu sama lain dalam peziarahan iman, didampingi Paus dan para Uskup hampir dari semua negara. Maka perlu diperhatikan bahwa istilah Hari Kaum Muda Sedunia merujuk baik acara internasional tiga tahunan itu maupun perayaan lokal tahunan. 

Dicasteri untuk Awam, Keluarga dan Hidup (suatu departemen administratif dari Bapa Suci di Vatikan, yang meliputi pelayanan dan penggembalaan Gereja Karolik pada kaum muda) dalam Pedoman Pastoral Perayaan Hari Kaum Muda Sedunia di Gereja Partikular 2021, menggariskan enam  “batu penjuru” yang penting untuk dijadikan inti perayaan tahunan di paroki, keuskupan/eparki, kampus, gerakan dan kerasulan di seluruh dunia. Yaitu: 1. Perayaan iman. 2. Pengalaman sebagai Gereja. 3. Pengalaman misioner. 4. Peluang merenungkan panggilan hidup dan panggilan kepada kekudusan. 5. Pengalaman peziarahan. 6. Pengalaman persaudaraan universal. Keenam dimensi itu harus ada dalam upaya setiap komunitas dalam melibatkan kaum muda dalam Pesta Kristus Raja. Ini tidak mungkin dilakukan hanya dengan perayaan liturgi saja, semua komponen ini perlu dijabarkan dengan suatu pendekatan holistik pada semua kegiatan yang bersifat keluar, pelayanan dan kegiatan khusus yang dilakukan di pada hari2 atau minggi2 sekitar Hari Minggu Kristus Raja.