Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label European Management Forum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label European Management Forum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2023

FORUM EKONOMI DUNIA 2023 DAVOS

 


Pada tanggal 16-20 Januari 2023 nanti akan digelar Forum Ekonomi Dunia 2023 di Davos, Swiss. Ini akan merupakan pertemuan Forum ke 52 sejak yang pertama pada 1971. Indonesia akan ikut serta.

Pada awalnya, antara 24 Januari - 7 Februari 1971 diadakan Simposium Manajemen Eropa di Davos, di mana para manajer puncak perusahaan dapat bertemu dan berinteraksi dengan stake-holders mereka dan menjadi forum tukar pengetahuan dan pengalaman di antara para manajer senior Eropa berkenaan dengan konsep dan teknik manajemen terbaru. Pertemuan Davos itu melahirkan Forum Manajemen Eropa, suatu yayasan yang didirikan pada 8 Februari 1971, berdasar  – konsep partisipasi, kerjasama dan pertukaran ide multi-stakeholder. Yang dimaksud stakeholder adalah para pemangku kepentingan dari perusahaan. Mereka meliputi pemilik perusahaan dan pemegang saham, konsumen/pelanggan, manajemen, karyawan dan keluarga mereka, pemasok, pemerintah dan masyarakat termasuk komunitas di sekitar tempat perusahaan berada. Simposium diikuti lebih dari 450 peserta dari 31 negara termasuk akademisi dan media. Pertemuan dua minggu itu membahas dua tema: (1) Tantangan Masa Depan, dan (2) Strategi dan Struktur Perusahaan. Situasi seluruh dunia saat itu masuk dalam pembicaraan karena dianggap sebagai faktor yang menentukan, meliputi pergolakan politik, sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi. Pengalaman Simposium Manajemen Eropa di Davos 1971 menjadi pola pertemuan selanjutnya.

Forum Manajemen Eropa mengadakan Simposium Manajemen Eropa di Davos yang kedua pada 22 Januari - 1 Februari 1972 dengan tema Eropa: Mengembangkan Strategi Perusahaan Eropa. Tema itu terkait perluasan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dari enam negara anggota menjadi sembilan negara anggota. Pertemuan dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral Jerman, Hermann J. Abs, dan mendapat tamu kehormatan Presiden Luxemburg, Pierre Werner, yang memaparkan rencana Persatuan Moneter Eropa dan rencana penggunaan satu mata-uang tunggal untuk Eropa. Dan juga dihadiri para pemimpin Serikat Buruh Kimia, Energi, Pertambangan dan Pekerjaan Umum. 



Topik pembicaraan Pertemuan 1973 masih berbasis Eropa namun juga meluas ketika Aurelio Paccali memaparkan "Limits to Growth" dari kajian Club of Rome berkenaan dengan perkembangan ekonomi dunia. Pada 1974 Uskup Agung Dom Helder Camara dari Brazil hadir "sebagai wakil dua pertiga penduduk dunia yang menderita ketidakadilan distribusi sumber daya alam" menyerukan moral keadilan.



Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya semakin banyak pemimpin negara yang hadir dan selain membahas strategi manajemen perusahaan, topik-topik kebijakan sosial ekonomi dan moneter negara pun diperbincangkan. Davos mengglobal (1975). Peserta pun meluas  tidak hanya Eropa-Amerika, namun juga negara-negara Arab (1974, krisis minyak), RRT (1979), India (1984). Pada 1984 Forum mengadakan Informal Gathering of World Economic Leaders (IGWEL) dan Indonesia diwakili oleh Ali Wardhana (Menko Ekuin). Karena sambutan yang semakin besar dari negara-negara, masyarakat industri, organisasi masyarakat sipil, peran Forum pun semakin meluas pula ekonomi, politik, teknologi, sosial dan lingkungan hidup. Maka sejak 1987 Forum Manajemen Eropa mengganti namanya menjadi Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum, WEF). Teolog Hans Kung, Kardinal Turcson dan Paus Fransiskus pernah menyampaikan pesan moral dan etika kebersamaan yang tidak meninggalkan siapa pun dalam kemajuan ekonomi dunia.




Tahun ini tema Forum Ekonomi Dunia Davos 2023 berkaitan dengan sustainabilitas, pertumbuhan dan ketahanan ekonomi, globalisasi dan geopolitik, ketahanan energi dan pangan. Diperkirakan 2500 orang dari seluruh dunia akan hadir. Indonesia membuka suatu pavilyun. 



Semoga kita dapat ikut memetik buah-buah pertukaran pikiran dunia yang bermanfaat bagi kita semua.