Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Kristus Raja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristus Raja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2022

MERAYAKAN KRISTUS RAJA



Sebelum menulis blog ini, melalui WA ketua lingkungan meminta saya memberi renungan pada acara pindah rumah seorang warga besok, pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Permintaan itu mendorong saya untuk menulis blog ini sebagai bahan percakapan besok.

Paus Pius XI menetapkan Perayaan Kristus Raja pada tahun 1925 dalam Ensiklik Quas Primas. Tujuannya adalah memberi pegangan iman untuk melawan serangan sekularisme dan ateisme pada masa itu, yang melalui pemerintahan negara2 seperti Meksiko dan Rusia menyudutkan dan mengolok-olok umat Katolik, kepercayaan dan tradisi2nya. Paus Pius XI menampilkan figur Kristus Raja yang kekal berlawanan dengan pemerintahan dunia yang datang dan pergi silih berganti. "Dari sekarang dan selanjutnya, bukan saja Kristus disembah malaikat dan manusia, namun kepadaNya malaikat dan manusia harus tunduk dan mengakui kedaulatan kuasaNya" (Quas Primas 13) . 



Dalam sengsaraNya, ketika Ia ditanya, "apakah Engkau seorang Raja?" Kristus tidak menolak, tetapi menyatakan bahwa "kerajaanKu bukan dari dunia ini".

Kristus adalah raja dalam akal budi kita, sebab Dialah kebenaran yang sejati. Dengan seluruh akal budi kita, kita tunduk pada ajaran Kristus yang menyampaikan kebenaran kepada kita. 

Kristus adalah raja bagi kehendak kita, sebab melalui hukum dan peraturan yang diberikanNya membawa kita pada keadilan yang sejati.

Kristus adalah raja bagi hati kita, dengan menanamkan kasih sejati melampaui hasrat2 insani dan kesenangan sesaat membawa kita pada damai dan sukacita sejati.

Kristus adalah raja atas tubuh ragawi kita, yang dijadikannya alat untuk menguduskan jiwa kita.

Kristus adalah raja bagi seluruh hidup kita (bdk Quas Primas 33).

Jika raja-raja di dunia memerintah dengan tangan besi demi kepentingan mereka, Kristus adalah raja yang lembut dan murah hati, sebab Ia justru mengorbankan diri bagi kita di kayu salib. Ia tergantung di antara langit dan bumi, menjadi petunjuk bahwa kekuasaannya melampaui daerah-daerah pemerintahan dunia. 

Melalui baptis kita menyatukan diri dengan Yesus Kristus Raja Semesta Alam dalam kasihNya yang lembut dan murah hati.  

Dengan mengakui kuasaNya yang diwarnai kesediaan berkorban, penuh kasih dan murah hati, kita ikut serta dalam status rajawi Kristus, sedia berkorban, penuh kasih dan murah hati.

Kristus meraja atas kita sepenuhnya, dengan salibNya Ia meraja di rumah kita. Ia menghendaki setiap rumah damai dan sejahtera. Oleh teladanNya, kita menghadirkan damai dan sejahtera di rumah kita dengan pelayanan rajawi Kristus yang sedia berkorban, penuh kasih dan murah hati, melebar kepada sesama, tetangga, di sekeliling kita.