Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Gurun Sinai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gurun Sinai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2022

GURUN

 Belakangan istilah kadal-gurun  (kadrun) viral di berbagai sosial media. Konotasinya negatif. Kadal gurun mengingatkan hewan-hewan yang berbahaya yang hidup dalam ekosistem gurun seperti kalajengking dan ular berbisa. Tetapi "gurun" sendiri sangat berarti dalam riwayat umat Allah, baik dalam arti kata harafiah maupun kiasan.



Gurun          

Dewasa ini para ilmuwan merumuskan gurun sebagai tempat yang kering dengan curah hujan rata-rata setahun kurang dari 25 sentimeter. Pada umumnya tumbuhan, binatang, dan air adalah langka di gurun.. Gurun dalam Kitab Suci merupakan bagian dari rangkaian gurun Sahara-Arabia. Gurun Sinai digambarkan dalam Ul 8:15 sebagai “padang gurun yang besar dan dahsyat, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air.”

      Padang gurun adalah suatu realitas hidup sehari-hari, karena terletak di sebelah selatan dan timur perbatasan dari tanah lintasan yang sempit namun subur yang adalah Tanah Suci Palestina. Untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sulit, orang perlu bekerja keras bersama-sama dan mengingat pelajaran dari masa lalu. Bahkan sekarang pun, banyak dari mereka yang tinggal di padang gurun merupakan suku yang berpindah-pindah (nomad), karena tinggal di satu tempat saja bisa kehabisan sumber daya alam dari gurun di situ.



      Kenangan akan padang gurun terutama penting sekali bagi umat Israel sebagai hasil dari pengalaman mereka keluar dari Mesir (kitab Keluaran). Di padang gurunlah Israel pertama kalinya berjumpa dengan Allah, dan tradisi senantiasa menempatkan perjumpaan seseorang dengan Allah di padang gurun.

      Padang gurun menonjol dalam kisah para bapa bangsa (Kej 12-50) dan terutama dalam kisah Keluaran dari Mesir dan pengembaraan bangsa Israel di gurun (Kel 15:22; 16:1; 17:1; 18:5; 19:1-2; Bil 14:33; 32:13). Di padang gurun bangsa Israel menerima perlindungan yang penuh kasih dari Allah, tetapi masa padang gurun juga merupakan masa ujian dan pembinaan. Maka padang gurun juga merupakan pengingat yang kuat tentang perlunya Israel setia kepada pokok-pokok perjanjian dan kasihnya kepada Allah (Hos 2:16; Kis 7:41; 1 Kor 10:5; Ibr 3-8).



      Padang gurun merupakan suatu tempat menyendiri dan pengungsian (Kej 16:7; Kel 2:15-3:1; 1 Sam 23-26; 1 Raj 19:1-4) antara lain Gurun Negev, dekat En-gedi.. Padang gurun juga muncul dalam Perjanjian Baru khususnya Gurun Yudea. Yohanes Pembaptis menyiapkan diri untuk tugas perutusannya di padang gurun (Mat 3:1-12; 1:7-10; Mrk 1:3-4; Luk 3:1-20; Yoh 1:23). Yesus dibawa Roh ke padang gurun untuk persiapan terakhir bagi karyaNya di dunia dan dicobai oleh setan (Mat 4:1-11; Mrk 1:12-13). Yesus juga mengundurkan diri ke gurun untuk mendapatkan ketenangan yang damai untuk merenung dan berdoa (Mat 14:13; Mrk 6:30-32; Luk 4:42; 5:16; Yoh 6:15).