Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2022

KETERLIBATAN KEWARGAAN KAUM MUDA

 


Bambang Kussriyanto

Perubahan situasi menuju masa depan melibatkan setiap orang. Para orang tua menyiapkan anak-anak mereka untuk keberhasilan di masa depan. Umumnya jalan yang ditempuh adalah pendidikan formal melalui sekolah. Namun ijazah dan nilai sekolah tidak cukup sebagai bekal. Anak-anak muda memerlukan kepekaan pada situasi dan kondisi dan perlu tahu bagaimana menanggapi dan mengambil tindakan terhadap situasi tertentu. Mereka memerlukan pelatihan yang memberi pengalaman berkenaan dengan itu.

Di masa lalu banyak digunakan istilah "kaderisasi".Konotasinya lebih bersifat politis. Tetapi medan kehidupan jauh lebih luas, dan tidak cukup memberi bekal teknik-teknik politis. Di masa sekarang, pembinaan kaum muda untuk masa depan lebih menekankan "kerelawanan" (volunteering). Dilatih menjadi relawan dalam banyak hal, termasuk yang pada dimensi tertentu akan menyangkut tanggungjawab politis secara luas. Setiap bentuk kegiatan relawan yang menanggapi persoalan masyarakat akan selalu berdimensi politis dalam arti meningkatkan mutu ketahanan dan keberlanjutan masyarakat. Pada dasarnya, pembinaan kaum muda masa depan adalah menumbuhkan kesadaran akan tanggungjawab pribadi dan bersama atas situasi dan persoalan masyarakat, dan mengembangkan kesediaan untuk melibatkan diri secara aktif mellui program-program yang dipersiapkan dengan melibatkan banyak pihak. Istilah yang sekarang digunakan adalah Civic Engagement.




Menumbuhkan kesadaran kewargaan mungkin menjadi mata pengajaran di kalangan pendidikan formal dan menjadi bagian dari kurikulum teoretis. Tetapi juga bisa menjadi kursus penyedaran luar sekolah yang lebih praktis. Program pembinaan bisa sangat praktis berkaitan dengan lingkungan, seperti menanam seribu pohon, melepas tukik di laut, menanam rumput laut, membersihkan sungai, membersihkan sampah plastik di sekitar, namun perlu diberi framework penerangan yang menunjukkan maksud dan tujuan, manfaat dan makna tindakan itu baik bagi pribadi, bersama maupun bagi masyarakat. Program keterlibatan di bidang agama dan peribadatan pun memerlukan framework pencerahan awal yang lebih luas, terkait kesejahteraan umat dan kesejahteraan umum yang meliputi kesejahteraan rohani pribadi. Program keterlibatan juga bisa kerelawanan di bidang kesehatan masyarakat dan menunjang perawatan orang sakit. Keterlibatan ekonomis industrial dengan keterlibatan dalam bagian tertentu proses usaha. Keterlibatan dalam pendidikan umum melalui penyelenggaraan perpustakaan, bantuan belajar untuk adik-adik yang lebih yunior. Juga di dalam kancah kebudayaan dan kesenian, merawat situs-situs sejarah, dan sebagainya.



Yang diperlukan sesuai dengan semangat kaum muda adalah balutan atau kemasan "fun" dan "frienship", menggembirakan dan menambah banyak teman dalam solidaritas persahabatan. Dimensi ini jauh lebih mudah diterima ketimbang "kaderisasi" yang memberi kesan berat, intelektual  dan klasik. Akan lebih baik jika dalam keterlibatan kerelawanan juga disertai aspek pengakuan (recognition) dan imbalan (reward) yang konstruktif.

Program Civic Engagement yang saya bayangkan bisa diprakarsai secara lokal parokial, namun terbuka untuk keikutsertaan lintas teritorial yang lebih besar.