Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Peran serta kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peran serta kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2022

Climate Action, Planet Earth in caring hands

 


Pada KTT Iklim PBB di Paris 2015 yang disemangati oleh Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si, COP (Conference of Partners) 21, pemerintah-pemerintah setuju untuk lebih kuat dan lebih ambisius memobilisasi tindakan iklim yang sangat mendesak diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan Persetujuan Paris. Tindakan Iklim berasal dari pemerintah sendiri, kota-kota, wilayah, perusahaan dan investor. Masing-masing mempunyai peran sendiri dalam implementasi Paris Agreement.

Persetujuan Paris 2015 secara resmi mengakui pentingnya meningkatkan respon global pada perubahan iklim, dengan dukungan ambisi yang lebih besar dari pemerintah-pemerintah. Komitmen dari semua pelaku diakui dalam teks keputusan Persetujuan Paris, termasuk yang diluncurkan melalui Agenda Aksi Lima-Paris. 

Pemberdayaan Aksi Untuk Iklim (PAI) atau Action for Climate Empoerment (ACE) merupakan istilah yang diterima dalam Kerangka Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) dan dituangkan dalam artikel 6 Konvensi dan artikel 12 Persetujuan Paris.

Tujuan utama PAI atau ACE adalah memberdayakan semua anggota masyarakat dalam tindakan atas iklim. Ada enam elemen di dalamnya: pendidikan tentang perubahan iklim, kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim, pelatihan, partisipasi umum, akses publik untuk informasi, dan kerja sama internasional. 

Implementasi keseluruhan keenam elemen PAI/ACE sangat menentukan untuk respon global terhadap perubahan iklim. Setiap orang, termasuk dan terutama kaum muda, perlu memahami dan berpartisipasi dalam transisi dunia menuju pengurangan tingkat emisi gas rumah kaca hingga serendah-rendahnya, dan mewujudkan dunia yang tahan perubahan iklim.

Gaya hidup yang berkelanjutan, pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan bersifat fundamental untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan umum atas dampak yang tak terelakkan dari peribahan iklim. Keberhasilan dalam hal ini memerlukan kerjasama seluruh tingkatan pemerintahan dan semua sektor masyarakat.


Gaya hidup setiap orang meninggalkan jejak karbon yang dapat dihitung setiap tahun. Dengan mengetahui berapa banyak jejak karbon yang dihasilkan, sesuai gaya hidup yang diterapkan, orang dapat mengubah atau mengurangi bagian-bagian dari gaya hidupnya dan menyumbang tindakan mengatasi perubahan iklim bagi kebaikan seluruh dunia. 

Sehubungan dengan Pemberdayaan Aksi terhadap Iklim (PAI/ACE) kita perlu membahas : Apa yang perlu dan dapat kita lakukan sebagai pribadi? Apa yang perlu dan dapat dilakukan sebagai organisasi Ikatan Alumni? Sebagai FTW? Sebagai Gereja? Kita ingat enam elemen di dalamnya: pendidikan tentang perubahan iklim, kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim, pelatihan, partisipasi umum, akses publik untuk informasi, dan kerja sama internasional.