Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Congo-Sudan Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Congo-Sudan Selatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2023

AUDIENSI UMUM PAUS FRANSISKUS RABU 8 FEBRUARI 2023

 Aula Paulus VI, Istana Kepausan, Vatikan, pkl 10.00 waktu Vatikan.



Ringkasan.

Saudara dan saudari terkasih: Perjalanan Apostolik saya baru-baru ini ke Republik Demokratik Congo dan ke Sudan Selatan membawa saya ke dua negara Afrika yang kaya akan sumber daya alam dan manusia, namun dilanda perang dan kekerasan. Di Congo, saya menyerukan diakhirinya eksploitasi Afrika, menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi, dan mendorong komunitas Kristiani, dan khususnya banyak kaum mudanya, untuk menjadi sumber harapan dan pembaharuan bagi masa depan bangsa. Di Sudan Selatan, saya ditemani oleh Uskup Agung Canterbury dan Moderator Gereja Presbitarian  Skotlandia dalam ziarah ekumenis untuk perdamaian di negara muda itu. Bersama-sama kami menyerukan kemajuan dalam melaksanakan perjanjian damai dan berdoa untuk diakhirinya kekerasan yang dilakukan atas nama Tuhan. Saya mendesak orang-orang Kristen di negara itu dan, secara khusus, para wanitanya, untuk bertahan dalam kesaksian perdamaian mereka dan karya amal persaudaraan mereka terhadap semua korban konflik dan ketidakadilan, khususnya sejumlah besar orang yang kehilangan tempat tinggal. Semoga benih yang mereka tabur dalam iman dan harapan menghasilkan buah yang limpah untuk masa depan kedamaian dan pertumbuhan kerajaan kasih, keadilan, dan kedamaian dari Allah.



SERUAN

Pikiran saya saat ini tertuju, kepada masyarakat Turki dan Suriah yang sangat terpukul oleh gempa bumi, yang telah menyebabkan ribuan kematian dan luka-luka. Dengan sepenuh hati saya berdoa untuk mereka dan mengungkapkan kedekatan saya kepada keluarga para korban dan kepada semua orang yang menderita dari bencana yang menghancurkan ini. Saya berterima kasih kepada para pekerja bantuan dan saya mendorong semua orang untuk menunjukkan solidaritas dengan wilayah tersebut, beberapa di antaranya telah dirusak oleh perang yang panjang. Mari kita berdoa bersama agar saudara dan saudari kita ini dapat terus maju, mengatasi tragedi ini, dan marilah kita meminta Bunda Maria untuk melindungi mereka: "Salam, Maria...".



_____________________________________