Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Luk 16:19-31. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luk 16:19-31. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2022

Lazarus

 

 Kata Ibrani Lazarus artinya “pertolongan Tuhan”. Nama dua orang dalam Perjanjian Baru. Yang satu tokoh dalam suatu cerita perumpamaan, yang lain adalah sahabat Yesus. Mungkin keduanya adalah orang yang sama, kendati tidak ada bukti kuat yang memastikannya..

                1. Lazarus orang miskin dikisahkan dalam perumpamaan Yesus dalam Luk 16:19-31. Di dalam perumpamaan-perumpamaan Yesus, hanya nama Lazarus saja satu-satunya nama diri yang pernah ditampilkan. Di dalam perumpamaan itu, Lazarus yang miskin mati dan dibawa ke pangkuan Abraham, sedang seorang kaya yang tidak pernah beramal meringankan penderitaan si miskin mati dan di bawa kepada api yang menyala-nyala dalam Hades (KGK 633,1021, 2463, 2831). Yesus mungkin mengingat sahabatnya, Lazarus dari Betania, ketika menceritakan perumpamaan ini.



                2. Lazarus dari Betania, saudara Marta dan Maria. Lazarus ini dibangkitkan dari mati oleh Yesus (Yoh 11-12). Ia dikasihi Yesus (Yoh 11:3.5.36) sebagai seorang sahabat (Yoh 11:11). Dalam kisahnya, Lazarus tidak pernah bicara. Kematiannya yang menyebabkan Yesus menangis, dilukiskan dengan hidup dan meyakinkan dalam Injil keempat: Yohanes menunjukkan bahwa sudah empat hari Lazarus di dalam kubur (Yoh 11:6.17.39; bdk Yoh 11:13-14),  Marta mencemaskan bau mayatnya (Yoh 11:39), dan Lazarus di dalam makam dibalut dengn kain (Yoh 11:44).

                Pembangkitan Lazarus dari mati merupakan tanda keenam dari tujuh “tanda” yang dilakukan Yesus di dalam Inil Yohanes. Mujizat kebangkitan itu juga dimuat di dalam Injil-injil Sinoptik (Mrk 5:21-43; Luk 7:11-17). Yesus menggunakan kematian Lazarus sebagai sarana kemuliaan Allah (Yoh 9:3), yang juga berfungsi memajukan iman para murid (Yoh 11:15.42) dan mewujudkan kejelasan akan kebenaran dari kuasa Yesus (KGK 994) tentang Kebangkitan.



                Kebangkitan Lazarus juga merupakan tanda terakhir dari Yesus, sebelum Sengsara dan WafatNya, dan mendorong musuh-musuh Yesus bertindak semakin cepat untuk melawan Dia. Dengan demikian kebangkitan Lazarus juga merupakan tanda yang merujuk pada kebangkitan Yesus sendiri dan kemenanganNya atas maut dan kematian, yang merupakan tanda terakhir dari kuasa Yesus (Yoh 11:45-53; bdk Mrk 11:18; Luk 19:47-48) (KGK 640, 2604).

Bambang Kussriyanto

Tantangan Untuk Jadi Baik-Lebih Baik-Sangat Baik

 



Bambang Kussriyanto

Pada Hari Minggu Pekan Biasa XXVI Tahun C dibacakan Luk 16:19-31 yang menggambarkan tegangan antara masa depan dan masa sekarang. Gambaran masa depan tentang situasi baik buruk bisa merupakan kebalikan dari baik buruk dari masa sekarang, jika kita tidak waspada dan berprakarsa melakukan apa yang perlu. Ada moto hidup yang mengundang kita berjalan di garis kebaikan: Bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan menjadi peluang untuk yang sebaik-baiknya untuk masa depan (Today should be better than yesterday, and make the best of tomorrow). Sebelum semuanya jadi terlambat bahwa kebaikan dan kenyamanan masa sekarang terbalik jadi keburukan dan derita tanpa titik balik di masa depan, kita diajak selalu waspada untuk membaca situasi sekeliling dan berani keluar dari zona aman nyaman dan bertindak melakukan kebaikan di luar diri sendiri. Tidak cukup menjalani hidup baik sekarang, tetapi perlu beranjak menjadi lebih baik dengan memanfaatkan kesempatan untuk berbuat baik pada sesama yang tidak jauh dari tempat kedudukan kita, bahkan bertindak sebaik-baiknya untuk masyarakat dan dunia. Kita diajak untuk beranjak dari tempat kita sekarang, menelisik kesempatan-kesempatan yang terbuka di berbagai aspek kehidupan sesuai dengan kemampuan kita, dan melakukan kebaikan-kebaikan, dengan lebih baik, dengan sangat baik, dan berharap untuk menikmati kebaikan yang lestari dalam kebersamaan dengan sesama dan dengan Tuhan sumber segala kebaikan. Semoga rahmat Tuhan membantu kita!