Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Injil Kelahiran Maria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Injil Kelahiran Maria. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2022

Injil Yakobus: Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah

Pada 21 November kita merayakan Peringatan Wajib Santa Maria Dipersembahkan kepada Allah. Kitab Suci kanonik tidak memberitakan kisah bagaimana Santa Maria Dipersembahkan kepada Allah. Tetapi tradisi mempunyai kisahnya. Injil adalah salah satu ragam sastera di masa Perjanjian Baru. Sebelum dituliskan, injil-injil terlebih dahulu berkembang sebagai tradisi lisan di dalam masyarakat. Di dalam pembukaan Injil yang ditulisnya, Santo Lukas mengatakan: “Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.” (Luk 1:1-2). Mungkin Lukas telah melihat ada yang benar dan ada yang salah dalam tulisan-tulisan Injil yang sudah beredar, sehingga ketika hendak menyusun Injilnya, ia mengadakan penyelidikan dengan seksama dari mulanya (bdk Luk 1:3). Salah satu dari tulisan Injil itu adalah Injil Kelahiran Maria, sering juga disebut Proto-Injil Santo Yakobus. Gereja menggolongkan naskah Injil ini sebagai kitab apokrif. Saya coba untuk menerjemahkan secara longgar sebagian dari naskah ini yang memberi gambaran latar belakang Peringatan Wajib Santa Maria Dipersembahkan kepada Allah.

                        Injil Kelahiran Maria

                        BAB 1

1 Perawan Maria yang kudus dan mulia, yang terbit dari suku rajawi dan keluarga Daud, dilahirkan di kota Nazaret, dan dididik di Yerusalem, di Bait Allah Tuhan.

2 Nama ayahnya adalah Yoakim dan ibunya Hana. Keluarga ayahnya berasal dari Galilea dan dari kota Nazaret. Keluarga ibunya berasal dari Betlehem.

3. Mereka hidup lurus dan benar di mata Tuhan, saleh dan tanpa cela di hadapan manusia. Sebab mereka membagikan seluruh milik mereka menjadi tiga bagian:

4. Salah satu bagian mereka peruntukkan bagi Bait Allah dan petugas Bait Allah; sebagian yang lain diperuntukkan bagi orang asing dan orang miskin; dan bagian yang ketiga bagi diri mereka dan digunakan untuk keluarga mereka sendiri.

5. Dengan cara itulah mereka hidup selama dua puluh tahun secara murni, berkenan pada Allah, disukai sesama, namun tidak punya keturunan.

6. Namun mereka bernazar, sekiranya Tuhan berkenan memberikan anak, mereka akan membaktikan anak itu kepada Tuhan; karena itu mereka pergi beribadat di Bait Allah pada setiap perayaan. [1].



[1] Bdk 1 Sam 1:6-7

                                                                        Bab 7

Anak perempuan itu bertambah besar, dan Ketika umurnya dua tahun, Yoakim berkata kepada Hana, Marilah membawa dia ke Kenisah, memenuhi janji kita, nazar yang kita sampai sampaikan kepada Tuhan Allah, supaya Ia tidak murka kepada kita, dan supaya persembahan kita diterima.  

2 Namun Hana berkata, Biarlah kita tunggu setahun lagi, setidaknya supaya ia lebih mengenal ayahnya. Dan Yoakim menjawab, Baiklah kita menunggu.

3 Dan Ketika anak itu berumur tiga tahun, Yoakim berkata, Mari kita undang anak-anak perempuan Ibrani yang masih suci, dan menyuruh mereka masing-masing membawa sebuah dian, dan menyalakannya, agar anak itu tidak berpaling lagi, dan hatinya tertambat di rumah Tuhan.

4 Dan mereka melakukannya sampai mereka naik ke Kenisah Allah. Dan imam agung menerima anak perempuan itu, memberkati dia, katanya, Maria, Tuhan Allah telah memaklumkan namamu kepada semua angkatan, dan sampai akhir zaman Tuhan akan menyelamatkan anak-anak Israel melalui engkau.

5 Dan ia membawa anak itu pada undakan ketiga dari altar, dan Tuhan mengaruniakan rahmat kepada anak itu, dan ia menari-nari dengan kakinya, dan seluruh bangsa Israel suka padanya.