Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Malaikat yang Jatuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaikat yang Jatuh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2022

MALAIKAT

 


Tanggal 29 September Gereja memeringati Para Malaikat Agung, Mikael, Rafael dan Gabriel. Untuk menyiapkan batin menyambut peringatan itu saya sampaikan pandangan Kitab Suci mengenai para Malaikat.

Malaikat  

Harfiah artinya ”utusan”. Para malaikat adalah roh murni, diciptakan oleh Allah. Mereka melayani sebagai utusan kehendak ilahi; sebutan yang digunakan kadang-kadang juga dijadikan sebutan orang yang melakukan peranan sebagai seorang utusan (dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebaga “messenger” atau “envoy” dalam RSV; misalnya Yes 18:2; 33:7; diterapkan pada Yohanes Pembaptis, Mat 11:10). Malaikat sudah ada sejak Penciptaan, bertindak sebagai pewarta rencana ilahi.

 

I.             Hakekat dan Pekerjaan Malaikat

A.            Malaikat adalah Roh Murni

B.            Perbedaan Antara Hakekeat dan Pekerjaan

C.            Malaikat Sebagai Bala Tentara Allah

II.            Pelayanan para Malaikat

A.            Malaikat Dalam Perjanjian Lama

B.            Malaikat Dalam Perjanjian Baru

III.           Susunan Kedudukan dan Jumlah Malaikat

A.            Susunan Jabatan Para Malaikat

B.            Malaikat yang Bertugas di Tempat Tertentu

C.            Jumlah Para Malaikat

IV.          Malaikat yang Jatuh Dalam Dosa

 

I.             Hakekat dan Pekerjaan Malaikat

A.            Malaikat adalah Roh Murni

Keberadaan malaikat sebagai makluk rohani yang tidak berbadan merupakan kebenaran iman yang didukung oleh Kitab Suci (Mzm 90:11; Mat 18:10) dan oleh tradisi lama Katolik (bdk KGK 328-336). Tradisi Yahudi pada umumnya memelihara suatu kepercayaan akan malaikat, terkecuali para Saduki (Kis 23:8). Paus Klemens X (masa kepausan 1670-1676) menyetujui devosi kepada malaikat pelindung (bdk Dan 4:10.20; 10:10.13.20; Mat 18:10; Kis 16:6).



B.            Perbedaan Antara Hakekat dan Pekerjaan

Santo Agustinus menyatakan: “Malaikat” adalah sebutan pekerjan mereka, bukan sebutan kodrat mereka. Jika Anda mencari nama kodrat mereka, itulah “roh”; sedang jika yang Anda cari pekerjaan mereka, mereka adalah “malaikat”; dari sudut mereka itu apa, mereka adalah roh; dari sudut apa yang mereka lakukan, “malaikat”.

 C.           Malaikat Sebagai Bala Tentara Allah

Malaikat sering diperlihatkan mengawal tahta Tuhan, seperti yang digambarkan dalam Kitab Daniel (7:9-10; bdk Mzm 96:7; 102:20; Yes 6). Rujukan juga diarahkan kepada ketujuh malaikat yang tugas khususnya adalah berjaga di depan tahta Allah (Tob 12:15; Why 8:2-5; juga “malaikat kehadiran”, Yes 63:9). Para malaikat memandang Allah (Mat 18:10). Dalam Perjanjian Lama, sering disampaikan dengan gambaran jemaah orang-orang kudus yang terdiri dari “orang-orang kudus” (Mzm 89:6; Ayb 5:1; Dan 8:13) dan “anak-anak elohim’ (Allah) atau “anak-anak elim” (Mzm 29:1; 89:7; Ayb 1:6; 2:1; 38:7) yang berada di sekeliling tahta dan memuji Yahweh (Yos 5:14; 1 Raj 22:19; Mzm 103:20; 148:2). Mereka juga disebut ”anak-anak Allah” (Ayb 1:6; 38:7) dan para ”pelayan” kehendak Ilahi (Mzm 103:21; 104:4). Tiga malaikat yang secara khusus diberi nama di dalam Kitab Suci adalah Mikael (Dan 10:13.21; 12:1; Yud 1:9; Why 12:7), Rafael (Tob 5-11; 12:15) dan Gabriel (Dan 8:16, 9:21; Luk 1:11.19.26dst).

II.            Pelayanan para Malaikat

Tuhan mengirim malaikat untuk mewartakan kehendak ilahi; untuk menegur, menyemangati, membantu, menghukum dan mengajar; dan untuk melaksanakan keadilan ilahi. Mereka berfungsi sebagai perantara pokok antara Allah dan manusia.

A.            Malaikat Dalam Perjanjian Lama

Di dalam Pejanjian Lama para malaikat membantu mereka yang takut akan Tuhan (Mzm 33:8; 90:11) dan diutus oleh Tuhan membantu sejumlah besar orang : Hagar (Kej 16:7; 21:7); Abraham (Kej 18; 22:11), Lot (Kej 19:1-23); Yakub (Kej 28:12); Elia (1 Raj 19:5), ketiga anak (Dan 3:49), Daniel (Dan 6:22); Tobias (Tob 5:6-22).



                Seorang malaikat memimpin bangsa Israel dalam perjalanan Keluaran mereka dari Mesir (Kel 23:20; 33:2; Bil 20:16). Begitu pula Tuhan mengirim malaikatNya untuk mencegah Bileam mengutuk umat Allah (Bil 22:31-32), dan mengutus malaikat yang lain kepada Yosua (Yos 5:13-14). Ada malaikat yang memilah bangsa (Hal 2:1-4) dan menampakkan diri kepada Gideon (Hak 6:11-40; 7:1-7), ibu Simson (Hak 13:3-21), dan nabi Zakharia (Za 2-6); satu malaikat menghukum Daud (2 Sam 24:16; 1 Taw 21:15) dan menjelaskan soal  visi kepada Daniel (Dan 8:16; 9:21; 10:5.10.16). Para malaikat juga secara aktif terlibat dalam soal ketentaraan dalam Perjanjian baru, ketika mengalahkan Asyur (2 Raj 19:35), memimpin pasukan Makabe (2 Mak 11:6-13) dan menghukum Heliodorus (2 Mak 3:24-27). Ungkapan khusus “Malaikat  Tuhan’ dalam Kitab Kejadian dan Kitab-kitab Sejarah sering digunakan untuk menyebut utusan surga yang berbicara dan bertindak atas nama Tuhan, maka merupakan malaikat perantara, tetapi para ahli lebih suka menafsirkan frasa itu merujuk pada campur tangan langsung dari Tuhan dalam persoalan manusia (mis Kej 16:13; 21:18; 31:11; 32:24; Kel 14:19; Kej 6:14; 13:22).

B.            Malaikat Dalam Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru para malaikat memainkan peran yang sama dengan yang dimainkan dalam Perjanjian Lama. Ibr 1:14 secara retoris mengajukan pertanyaan: “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?”

                Satu malaikat mewartakan kelahiran Mesias kepada Maria (Luk 1:26-38), dan para malaikat dikaitkan erat dengan Kristus, mulai dari kisah masa kanak-kanak hingga pada kenaikan ke surga. Demikianlah maka para malaikat itu menyanyikan lagu pujian  mereka pada waktu kelahiran Kristus; “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi!” (Luk 2:14) dan satu malaikat memerlihatkan diri kepada Yusuf (Mat 1:20; 2:13-19); Zakharia (Luk 1:11.19-20) dan para gembala di Betlehem (Luk 2:9.15).

                Selama masa hidup Yesus di dunia, para malaikat terus melaksanakan dua pekerjaan tradisional sebagai utusan dalam sejarah keselamatan dan merupakan bala  surga, terutama di dalam menaungi Yesus (Luk 12:8; 15:10; Mat 24:36). Mereka membawa Yesus ke gurun (Mat 4:11) dan memberikan kekuatan kepadaNya ketika sekarat di Taman Getsemani (Luk 22:43). Sesudah kebangkitan, para malaikat turun dari surga, membuka pintu kubur, dan mewartakan bahwa Yesus sudah bangkit (Mat 28:2-7). Dalam Mat 28:3. malaikat itu “wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju”.

                Para malaikat menampakkan diri kepada para murid setelah Yesus naik ke Surga (Kis 1:10), dan kemudian kepada Petrus (Kis 10:19; 12:7-11), kepada Paulus (Kis 27:23), Kornelius (Kis 10:3; 11:13), dan kepada sida-sida ratu Kandake (Kis 8:26-39). Malaikat melepaskan Petrus dan Yohanes dari penjara (Kis 27:33) dan malaikat yang lain menampar Herodes Agripa yang kemudian mati dimakan cacing-cacing (Kis 12:23).

                Di dalam Surat-surat para malaikat menjadi saksi penderitaan para rasul yang teraniaya (1 Kor 4:9) dan dalam konteks liturgi Paulus menyatakan bahwa wanita harus menutup kepalanya untuk menghormati para malaikat (1 Kor 11:10). Hukum Musa diberikan melalui malaikat (Kis 7:53; Ibr 2:2; Gal 3:19). Bahkan sekalipun malaikat mewartakan injil lain, seharusnya tak seorangpun memercayai mereka (Gal 1:8), juga tidak ada malaikat yang disembah (Why 19:9-10). Malaikat juga menjadi pengantara visi-visi dalam Wahyu kepada Yohanes (Why 1:1; 22:8).

                Peran para malaikat di akhir zaman ditegaskan dalam beberapa ayat. Para malaikat akan memanggil manusia ke pengadilan (Mat 24:31; 1 Tes 4:16); tetapi mereka tidak tahu kapan saatnya (Mrk 13:32). Sekalipun begitu mereka akan menyertai kedatangan Yesus kembali untuk mengadili dunia (Mat 16:27; 2 Tes 1:7).

III.           Susunan Kedudukan dan Jumlah Malaikat



A.            Susunan Jabatan Para Malaikat

Kitab Suci menyebut berbagai macam malaikat, dan tidak semua malaikat setara (Dan 10;13; Why 12:7). Derajat atau lapisan tertentu disebut di tempat yang berbeda-beda: serafim (Yes 6:2.6); kerubim (Kej 3:24; Sir 49:10; Yeh 10:1-22); singgasana (Kol 1:16); wilayah kekuasaan (Kol 1:160; penghulu malaikat (1 Tes 4:16) dan malaikat. Daftar ini bisa berubah-ubah menurut siapa penulisnya di antara para penulis Kristen  dari masa-masa berikutnya, dengan pengembangan yang paling luas terdapat pada Dionisius dari Arepagus dalam De Coelesti Hierarchia (Hirarki Surga), Santo Gregorius Agung dan Santo Tomas Aquinas dalam Summa Theologieae.

B.            Malaikat yang Bertugas di Tempat Tertentu

Menurut Dan 10:12-21 berbagai macam malaikat yang digambarkan sebagai para pangeran bertanggungjawab atas bangsa-bangsa tertentu (misalnya Persia). Peranan yang sama seperti itu juga muncul dalam Kitab Wahyu, di mana disebutkan “para malaikat dari ketujuh jemaat” di Asia (Why 1:20).

C.            Jumlah Para Malaikat

Dalam Kitab Suci jumlah malaikat digambarkan besar sekali “Seribu kali beribu-ribu dan selaksa kali berlaksa-laksa melayani Dia” (Dan 7:10; juga Why 5:11; Mzm 67:18; Mat 26:53).



IV.          Malaikat yang Jatuh Dalam Dosa

Kitab Suci juga menegaskan adanya malaikat yang berdosa; malaikat-malaikat yang memberontak kepada Tuhan, dan yang dilemparkan ke dalam neraka (2 Ptr 4; Yud 1:6). Secara bersama-sama, para malaikat yang kehilangan rahmat itu bersama dengan Setan, disebut malaikat-malaikat yang berbuat dosa (2 Ptr 2:4). Mereka mungkin disebut roh-roh jahat(1 Kor 10:20), atau  roh-roh najis (Mrk 5:13), malaikat-malaikat Iblis (Mat 25:1) dan malaikat-malaikat naga (Why 12:7). Rujukan lain untuk malaikat yang berdosa itu dapat ditemukan dalam Why 9:11 dan 2 Kor 12:7.