Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Hukum Dagang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum Dagang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2022

SAKSI DALAM KITAB SUCI

 



Orang atau benda yang memberikan pernyataan verbal (dengan perkataan) atau visual mengenai sesuatu yang lain. Dalam sistem hukum Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru diperlukan saksi untuk berbagai perkara. Saksi dari pihak ketiga mengesahkan transaksi hukum dan komersial (Kej 23:1-16; Yes 8:1-2; Yer 32:12).

Dalam proses pengadilan pidana, orang-orang dipanggil sebagai saksi untuk memberikan pernyataan mengenai zinah, pembunuhan, penyembahan berhala dan berbagai kejahatan lainnya (Ams 14:25; 1 raj 21:10.13). Untuk bisa menghasilkan keputusan diperlukan dua saksi yang menguatkan (Ul 19:15; 2 Kor 13:1) terutama untuk kasus-kasus yang menyangkut kejahatan besar yang diancam hukuman mati (Bil 35:30; Ul 17:6). Begitu hukuman dijatuhkan, para saksi juga harus membantu pelaksanaan pidana mati (Ul 13:6-18 (?); 17:6-7; Kis 7:57-58). Saksi utama yang diserukan adalah Tuhan, yang dimohonkan menjadi saksi kebenaran dari pernyataan atau perjanjian yang telah disahkan (bdk Kej 31:49-50; 1 Sam 12:5; Yer 29:23; Rm 1:9; 2 Kor 1:23).

Mereka yang menyampaikan kesaksian harus sadar bahwa dusta atau kesaksian palsu adalah terlarang dan mereka bisa dijatuhi hukuman yang sama dengan yang dijatuhkan pada si penjahat (Kel 20:16; Ul 19:16-21; Ams 6:19; Dan 13:61-62).

Seorang saksi dapat menjadi utusan yang pesan bagi orang lain. Misalnya para rasul, bertindak selaku saksi Yesus dan kebngkitanNya (Kis 1:8.22; 2:32; 10:39-42; 13:31). Ini berarti bahwa mereka memberitahukan kepada dunia apa yang telah mereka lihat, dengar dan alami. Paulus, setelah bertemua dengan Yesus yang bangkit dan dimuliakan, ditugasi Yesus menjadi saksi atas nama Yesus (Kis 22:15; 26:16; 1 Kor 9:1; 15:5-8).

Dalam sejarah Kristen yang paling awal, “saksi” mempunyai makna khusus, yaitu “martir” (dari bhs Yunani yang berarti”saksi”) yang menjadi saksi Kristus sampai mati (Kis 22:20). Makna saksi sebagai martir mungkin paling nyata dalam kitab Wahyu, di mana Yesus sendiri menjadi contoh dari semua orang yang rela menyerahkan nyawa bagi Dia (Why 1:5) dan yang memilih untuk menempuh kematian daripada menyangkal Dia (Why 2:13; 11:3-7; 17:6).

Benda yang tak berjiwa juga bisa menjadi saksi atau bukti. Dalam Perjanjian Lama, batu dijadikan monumen atau tugu peringatan bagi penetapan suatu perjanjian, baik di antara sesama manusia maupun antara Tuhan dan umatNya (Kej 21:30; 31:44-50; Yos 22:26-28; 24:25-27).